Foto: Rushdi Fatani di Pexels
3 Nov 2026 · Ibadah Umroh
Tawaf Lancar: Kebiasaan yang Sering Bikin Jamaah Keliru
Tawaf adalah momen paling dinanti. Namun, karena keramaian dan suasana yang berbeda, banyak jamaah tanpa sadar melakukan hal yang membuat tawaf jadi berat. Bukan hanya soal fisik, tetapi juga kebiasaan dan kesiapan hati.
Berikut beberapa kesalahan umum yang sering terjadi. Mari kita kenali agar tawaf Anda lebih tenang dan tertib.
1. Tidak Menjaga Wudu dan Kebersihan
Saat tawaf, wudu sering terasa cepat batal karena banyak orang. Banyak jamaah memaksakan diri melanjutkan putaran tanpa memperbarui wudu.
Padahal, menjaga wudu membuat hati lebih tenang. Jika memungkinkan, perbarui wudu sebelum memulai tawaf. Bila batal di tengah putaran, keluar dulu dengan tenang, ambil wudu, lalu lanjutkan. Jangan memaksakan diri hingga panik.
2. Memulai dari Tempat yang Salah
Sebagian jamaah mulai tawaf dari pintu masuk, bukan dari Hajar Aswad. Akibatnya, arah putaran jadi terbalik atau tidak genap tujuh kali.
Pastikan Anda tahu titik awal. Tawaf dimulai dari garis sejajar Hajar Aswad dan berjalan berlawanan arah jarum jam. Ka’bah selalu di sisi kiri Anda.
Jika lupa hitungan, jangan ragu bertanya kepada pembimbing. Lebih baik memastikan daripada ragu di tengah keramaian.
3. Berdesakan untuk Mencium Hajar Aswad
Mencium Hajar Aswad memang sunnah. Namun, berdesakan hingga mendorong orang lain bisa membahayakan, terutama bagi jamaah lansia.
Cukup memberi isyarat dengan tangan ke arah Hajar Aswad sambil mengucapkan takbir. Ini sudah dianggap sah dan lebih aman. Ingat, keselamatan jamaah lain juga bagian dari ibadah.
4. Lupa Membaca Doa atau Malah Sibuk Foto
Tawaf adalah waktu berdoa. Namun, banyak jamaah sibuk memotret atau merekam video hingga lupa berdoa.
Boleh saja mendokumentasikan, tetapi jangan sampai mengganggu kekhusyukan. Fokuslah pada zikir dan doa. Bila ingin mengambil foto, lakukan di luar area tawaf atau saat istirahat.
5. Tidak Menghitung Putaran dengan Benar
Keramaian sering membuat hitungan putaran terlewat. Ada yang merasa sudah tujuh kali, padahal baru enam. Ada pula yang justru lebih.
Gunakan alat bantu sederhana, seperti gelang penghitung atau menandai di buku kecil. Atau, minta pendamping untuk mengingatkan. Yang penting, jangan ragu bertanya kepada pembimbing bila lupa.
6. Berjalan Terlalu Cepat atau Mendahului Orang Lain
Ingin cepat selesai justru membuat tawaf tidak nyaman. Mendorong, menyerobot, atau berjalan terlalu cepat dapat mengganggu jamaah lain.
Sesuaikan langkah dengan arus. Jika ingin lebih cepat, cari celah yang aman. Ingat, tawaf bukan lomba. Ketenangan lebih utama.
7. Tidak Menjaga Kebersihan dan Membuang Sampah Sembarangan
Masjidil Haram adalah tempat suci. Sayangnya, masih ada jamaah yang membuang tisu atau botol air sembarangan.
Gunakan tempat sampah yang tersedia. Bila tidak menemukan, simpan dulu di tas kecil. Kebersihan adalah bagian dari iman.
8. Memaksakan Diri Saat Lelah
Tawaf butuh tenaga. Banyak jamaah memaksakan diri hingga jatuh sakit. Padahal, istirahat sejenak tidak mengurangi pahala.
Jika lelah, menepilah ke area yang tidak mengganggu arus. Minum air, tarik napas, lalu lanjutkan. Bagi lansia, gunakan kursi roda bila perlu. Tidak ada yang perlu dibuktikan selain ibadah yang tenang.
9. Mengabaikan Adab dan Doa di Multazam
Setelah tawaf, banyak yang langsung pergi tanpa berdoa di Multazam. Padahal, ini waktu mustajab.
Jika memungkinkan, berdoalah di Multazam dengan tenang. Bila terlalu ramai, berdoa di dekatnya juga baik. Yang penting, jangan berdesakan hingga menyakiti orang lain.
10. Tidak Mengikuti Arahan Pembimbing
Setiap kelompok umroh memiliki pembimbing. Arahan mereka dibuat untuk keamanan dan kelancaran.
Jika ada aturan dari petugas Masjidil Haram atau Kemenag, patuhi. Untuk aturan yang bisa berubah, selalu cek informasi terbaru ke admin RMM Travel atau Asisten di aplikasi.
“Tawaf yang tenang lahir dari persiapan yang matang dan hati yang lapang.”
Semoga Allah memudahkan setiap langkah kita di tanah suci. Jika ada yang masih ragu, jangan sungkan bertanya kepada pembimbing atau admin RMM Travel. Kami siap membantu.